Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
QS 47 : 7
Home
MUFTI
Artikel Ramadhan
Written by Muhammad Rizki Utama AR` 07
Wednesday, 11 August 2010 11:49
Percampurbauran pria dan wanita itu baik!!
Wanita muslimah adalah mitra kerja pria dalam memakmurkan bumi sesempurna mungkin.Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah saw dalam hadits“Kaum wanita adalah saudara kandung kaum pria”.
Karena itu wanita haruslah ikut serta dengan serius dan terhormat dalam berbagai lapangan kehidupan.Mengingat lapangan itu tidak lepas dari keberadaan laki-laki.Syariat Allah tidak menghalangi wanita bertemu dengan laki-laki dan melihatna,atau sebaliknya.Begitpula dalam berbicara,bertukar pikiran,atau bekerja sama untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan agama
Nabi saw sangat memahami peran wanita dalam mempermudah dan membantu berbagai usaha kebaikan.Penyalahgunaan kondisi seperti itu sama saja dengan mempersulit ruang gerak dalam melakukan kebaikan.
Sejak dahulu,keikutsertaan wanita dalam aktivitas social dan pertemuannya dengan kaum laki-laki secara umum dan khusus memang sudah dilakukan,seperti kegiatan menuntut ilmu,salat,kegiatan berhaji,menangani jenazah,dll.Sedangkan acara khusus seperti mengadakan kunjungan,jamuan,membonceng wanita,mengerjakan sesuatu bersama,menjenguk orang sakit,melamar menikah,juga kegiatan politik
Pertemuan antara wanita dan pria yang sesuai syariat itu yang kita sebut “pembauran sesuai syariat” atau “ikhtilath sehat”kondisi ini merupakan fenomena yang sehat,sehingga kegiatan yang dilakukan berdampak baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.Rasulullah mengajarkan sopan santun dalam hubungan pertemaun yang terjadi antara pria dan wanita ini, dengan kaidah dan metode yang tidak berlebihan juga pas untuk mencegah suatu kemudharatan yang besar.
Berikut etika pertemuan antara laki-laki dan wanita yang disarikan dari buku Kebebasan Wanita ,Prof Abdul Halim,seorang cendekiawan muslim,aktivis pergerakan Ikhwanul Muslimin
Saya kira tidak terlalu banyak buku atau tulisan mengenai pacaran,namun bahasan melalui mulut sungguh banyak sekali.Pro kontrapun terjadi,namun dalam tulisan semakin kesini terlihat banyak tulisan menjadikan pacaran berkonotasi negatip.Biasanya yang membahas masalah ini adalah para remaja,dimana istilah ini berkembang dikalangan remaja baik anak rohis ataupun kalangan umum. Demikian juga tentang pacaran, generasi muda Islam saat ini pun seringkali menanyakan hal pacaran. Pembahasan tentang pacaran biasanya yang saya lihat itu lagi-itu lagi alias mungkin bosan dengan “larangan pacaran” bahkan sampai ada yang melarang bercinta!! (masya Allah)
Tulisan ini hanya mencoba menguraikan apa yang berada dalam pikiran saya dan pendapat ulama –ulama spesialis Cinta,karena berbicara tentang pacaran tidak lepas dengan cinta.Ulama-ulama spesialisasi ini di antaranya Ibnu Hazm Al Andalusy, Ibnul Qayyim AL Jauziyyah ,juga ulama-ulama fiqh wanita, ulama fiqh,dan ulama-ulama lain yang berkompeten dalam bidangnya pada masa ini seperti Dr Yusuf Qardhawi,Abul Halim Abu Syuqqah,dll.Keinginan tahu untuk tentang pacaran sendiri saat ini yang saya rasakan lebih ke konotasi negatif menurut gembar-gembor para aktipis.Untuk itu sebelum lanjut ke bawah, siapakan diri dulu,gelas yang penuh tidak bisa di isi air lagi, kosongkan saja sebagian gelas^^
"Tolong katakan, jika menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan bagian iman, bagaimana mungkin Islam memerintahkan pemeluknya untuk mengganggu orang lain, melakukan teror, pembunuhan, pengrusakan dan peledakan?" Dikutip dari majalah As-sunnah
Tanggung jawab kita sebagai seorang muslim yang berdomisili di negeri bermayoritas non muslim saya rasa berbeda kadarnya dengan teman-teman kita di tanah air. Rasanya ingin sekali meluruskan beberapa persepsi-persepsi yang salah baik yang dimiliki oleh born muslim, maupun oleh non muslim tentang agama ini. Sayangnya saya tidak selalu punya kemampuan untuk itu.
Islam sangat sempurna. Sungguh! Belum percaya? Masa? Ayo kenalan dulu jika begitu....
Ahwalul Muslimin Al Yaum Ust. M Ihsan Arliansyah Tanjung
Tema ini adalah suatu upaya untuk menggambarkan akan keadaan dunia Islam kontemporer (saat ini) dengan segala kelebihan dan kekurangan-kekurangannya. Kondisi umat Islam saat ini penuh dengan kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral. Kelemahan dalam kapasitas intelektual (Al Jahlu) Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual meliputi:
§ Dho'fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan) Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan dan pengkaderan lemah maka akan mustahil melahirkan anasir-anasir dalam nadhatul umat (kebangkitan umat).
§ Dho'fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan) Dewasa ini sedang sangat pesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk menuntut ilmu sangat rendah.
Ada apa dengan dunia? Kabarnya selalu mendung tapi tak kunjung hujan, namun justru hawa panas kering yang menerpa. Adakah semua ini akibat dari khilaf dan lupa kita?
Pressures, masalah, kekurangan, kesempitan seakan terus menerus menikam dari segala arah. Setiap hari, dari segala penjuru. Usut punya usut, ternyata memang ulah kita sendiri yang banyak lalai, taat tak lagi giat bahkan pikiran isinya hanya urusan syahwat dan nyerempet maksiat, astaghfirullah. Lantas bagaimana mau tenang, jika semuanya diselesaikan dengan urat syaraf?
Persoalan hidup seharusnya menjadikan kita giat menambah ilmu dan seyogyanya kita mengerahkan potensi terbaik kita serta meningkatkan kepiawaian menata hati dalam menghadapinya. Bukan dengan resah, bukan dengan amarah, terlebih lagi menjadi salah arah, tapi semestinya senantiasa melibatkan jiwa muthmainah dan rahmah.